Cara Cepat Registrasi Ulang SIM Card

Kebijakan pemerintah RI yang ada hubungannya dengan penggunaan SIM card atau kartu seluler, salah satunya yang paling baru dan menjadi sorotan juga trending topic di Nopember 2017 adalah regulasi tentang kewajiban untuk regitrasi kartu Hp dengan NIK (Nomor Induk Kependudukan yang ada di KTP) dan juga nomor KK (Kartu Keluarga). Kewajiban registrasi SIM card dengan 16 digit NIK dan KK berlaku untuk semua pelanggan kartu seluler, baik kartu GSM maupun CDMA, kartu prabayar maupun pasca bayar, dan semua pelanggan yang membeli kartu baru maupun pelanggan yang sudah mengaktifkan kartu dengan format lama. Kebijakan registrasi ulang SIM card atau validasi kartu ponsel ini sudah diberlakukan secara resmi sejak tanggal 31 Oktober 2017 dan rencananya akan berakhir pada 28 Pebruari 2018.

Kebijakan pemrintah yang mewajibkan registrasi kartu Hp perdana maupun kartu lama dengan NIK dan nomor KK didasarkan pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12/2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi yang kemudian diubah menjadi Peraturan Menteri Nomor 14 Tahun 2017. Registrasi ulang kartu seluler seperti ; cara registrasi kartu Simpati, AS (Telkomsel), cara registrasi ulang kartu IM3 dan Mentari (Indosat Ooredoo), format registrasi kartu XL Axiata, cara registrasi kartu Axis baru, cara registrasi ulang kartu Tri (3), cara registrasi kartu Smartfren, cara registrasi kartu Bolt) yang digunakan oleh setiap masyarakat ini tidak hanya kartu yang digunakan sebagai alat komunikasi sehari-hari di smartphone atau tablet PC saja, tapi juga kartu yang digunakan pada modem maupun router. Cara cepat registrasi ulang SIM card ini bisa dilakukan dengan manual dan otomatis. Tips atau cara registrasi kartu ponsel manual adalah pemilik kartu mendatangi gerai operator kartu dengan membawa SIM card yang hendak didaftarkan beserta KTP dan Nomor KK.

Sedangkan cara mudah registrasi kartu secara online bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu via SMS ke 4444, dengan aplikasi smartphone, dan dengan mengisi form registrasi di situs resmi masing-masing kartu selular. Apabila cara daftar maupun fromat registrasi ulang SIM card via SMS yang dikirim ke 4444, aplikasi, dan form di situs tidak sukses atau gagal, maka cara manual dengan datang ke gerai operator bisa menjadi solusi terbaik. Kebijakan registrasi kartu ini mewajibkan bahwa satu NIK dan nomor KK hanya bisa untuk mendaftar sendiri sebanyak 3 kali atau maksimal 3 kartu per operator. Jadi, misalnya kita sudah sukses menggunakan NIK dan KK untuk mendaftarkan atau registrasi ulang 3 kartu Simpati, maka jika kita hendak memiliki kartu Simpati lagi, maka untuk regsitrasinya bisa diaktifkan melalui gerai operator terdekat.

Sanksi apabila kartu atau SIM card tidak didaftarkan dan diregistrasi ulang dengan NIK dan Nomor KK yang valid, maka secara bertahap akan dilakukan pemblokiran pada kartu oleh operator. Pemblokiran simcard mulai dari kartu tidak bisa digunakan untuk telepon, SMS, tidak bisa menerima panggilan, sampai matinya fungsi koneksi internet  pada kartu. Untuk mengetahui atau cek NIK dan Nomor KK yang kita miliki disalahgunakan atau digunakan oleh orang lain untuk mendaftarkan atau registrasi SIM card, maka bisa dilakukan melalui menu fitur kartu di Hp, aplikasi smartphone, situs resmi operator, dan di gerai seluler terdekat. Jika kita adalah user yang suka gonta-ganti nomor ponsel atau sebagai pengguna kartu perdana internet sekali buang, maka harus lebih bijak lagi, dimana untuk mendaftarkan kartu yang ke 4 dan seterusnya (per operator) harus diregistrasi di kantor cabang operator terdekat atau ke konter Hp yang ditunjuk. Dengan datang ke gerai operator seluler termasuk juga untuk melakukan UNREG atau mematikan registrasi pada kartu yang kita miliki, serta mematikan nomor kartu siluman yang tanpa sepengetahuan kita menggunakan NIK dan nomor KK kita untuk validasi kartu tersebut.